Simak 7 Prediksi Tren Social Media Marketing di 2025!
Media sosial kini telah bertransformasi dari sekadar platform berbagi momen pribadi menjadi wadah strategis bagi perkembangan bisnis.
Tidak hanya untuk memamerkan foto atau cerita sehari-hari, platform digital ini telah menjadi sarana utama bagi brand dalam membangun identitas dan menumbuhkan kepercayaan konsumen.
Perkembangan ini membawa perubahan signifikan dalam cara bisnis berinteraksi dengan pelanggan, di mana engagement dan interaksinya menjadi kunci kesuksesan dalam membangun komunitas yang loyal.
Lanskap digital marketing terus mengalami perubahan dinamis, terutama di ranah media sosial. Sebuah strategi yang kini sedang naik daun mungkin saja akan kehilangan relevansinya dalam waktu dua tahun ke depan.
Pergeseran tren pemasaran di media sosial menjadi hal yang tak bisa dihindari, dan bagi brand yang mengandalkan platform digital ini, adaptasi terhadap perubahan adalah sebuah keharusan.
Di artikel kali ini kami akan membahas berbagai tren media sosial yang diprediksi akan mendominasi tahun 2025. Kira-kira apa saja? Yuk, kita bahas satu per satu!
Baca Juga: 9 Istilah-Istilah Influencer Marketing yang Wajib Diketahui
Konten Interaktif Berdurasi Terbatas
Konten berdurasi terbatas berisikan visual atau media yang hanya bisa diakses selama 24 jam. Format konten ini akan menghilang setelah batas waktu tersebut, dan dirancang untuk mendorong interaksi pengguna secara aktif.
Bentuk konten ini hadir dalam berbagai format seperti stories, foto, disappearing messages, dan live streaming yang bisa ditemukan di berbagai platform media sosial populer.
Melihat tren pemasaran digital ke depan, format konten semacam ini diprediksi akan terus mendominasi berbagai sektor industri. Kesuksesan konten berdurasi terbatas terletak pada sifatnya yang temporer.
Keterbatasan waktu ini menciptakan rasa urgensi dan FOMO pada audiens. Dengan masa tayang yang hanya 24 jam, format ini mendorong pengguna untuk segera berinteraksi, baik melalui tontonan atau likes.
Memasuki tahun 2025, diprediksi semakin banyak brand yang akan beralih dari konten statis menuju konten berdurasi terbatas, mengingat kemampuannya dalam membangun antusiasme dan ketertarikan konsumen yang lebih tinggi.
Personalisasi Konten Marketing Berbasis AI
AI (Artificial Intelligence) merupakan inovasi teknologi yang menggunakan algoritma dan machine learning dalam mengolah data secara cepat dan efisien.
Tools AI seperti Chat GPT dan Claude diperkirakan akan semakin intensif digunakan dalam berbagai sektor, khususnya marketing.
Teknologi ini membuka peluang untuk menciptakan konten pemasaran yang disesuaikan dengan karakteristik tiap pengguna.
Kemampuan machine learning dalam AI memungkinkan analisis big data secara otomatis untuk memprediksi pola konsumen, mengoptimalkan budget iklan, serta menyusun template marketing plan di tahun 2025.
Implementasi strategi marketing berbasis AI di tahun 2025 menjadi investasi yang menjanjikan dan dapat diandalkan untuk menghadapi berbagai tantangan dalam persaingan bisnis masa depan.
Selain itu, layanan customer service ke depannya juga akan semakin efisien dengan hadirnya chatbot AI. Chatbot mampu menjalin interaksi, menyajikan informasi produk, serta mendampingi konsumen dalam memperlancar proses pembelian.
Penggunaan Augmented Reality (AR) untuk UX yang Imersif
Saat ini, brand tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga membangun identitas dan menjalin koneksi yang autentik dengan konsumen. Hal inilah yang mendorong investasi teknologi AR dalam strategi pemasaran mereka.
AR menghadirkan experience yang baru bagi pengguna dengan memungkinkan mereka mencoba atau merasakan produk secara langsung.
Di tahun 2025 ini, tren marketing ini diprediksi akan semakin dominan karena konsumen cenderung mencari interaksi brand yang lebih komprehensif.
Teknologi ini membantu calon konsumen memahami nilai dan manfaat produk sebelum memutuskan untuk membeli.
Berbagai bisnis, terutama platform e-commerce, telah mengintegrasikan fitur AR ke dalam website dan aplikasi mereka, bahkan merambah ke kanal media sosial.
Pergeseran perilaku konsumen menunjukkan preferensi yang kuat terhadap brand yang menawarkan kesempatan untuk mengeksplorasi produk atau layanan sebelum melakukan pembelian.
Sustainable and Purpose-Driven Marketing
Marketing trend 2025 akan berfokus pada sustainable dan purpose-driven marketing yang mengutamakan nilai keberlanjutan serta dampak sosial.
Kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan semakin meningkat, mendorong preferensi mereka pada brand yang tidak hanya unggul dalam kualitas, tetapi juga berkomitmen pada dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Penerapan strategi ini mencakup berbagai aspek, seperti produksi dan kemasan ramah lingkungan, manajemen limbah yang bertanggung jawab, penghapusan animal testing, serta kampanye pemasaran yang memprioritaskan keberlanjutan.
Video Transisi Berdurasi Pendek
Format video ini biasanya direkam secara vertikal dalam bentuk reels. Durasi standar video pendek berkisar antara 15 hingga 60 detik dan menampilkan transisi cepat, baik antar produk maupun lokasi yang berbeda.
Format reels memungkinkan brand menyampaikan pesan mereka dengan singkat dan efektif. Inilah mengapa video pendek dengan transisi cenderung lebih populer dan berpotensi viral.
Dilansir dari Leap, 73% konsumen lebih memilih menonton video pendek. Format ini diminati karena mudah dicerna dan dengan tambahan transisi, kontennya menjadi lebih mudah diingat.
Retail Media Network (RMN)
RMN hadir sebagai marketing trend 2025 yang mengoptimalkan iklan digital berbasis retail untuk menyasar audiens spesifik di website.
Pendekatan ini terus menunjukkan perkembangan signifikan, khususnya dalam pemasaran produk konsumsi harian.
Riset dari US memproyeksikan bahwa RMN akan mengambil porsi seperempat dari total belanja iklan media pada tahun 2028.
Model pemasaran RMN memberikan peluang bagi perusahaan retail untuk menjangkau konsumen dengan tingkat purchase intent tinggi, sehingga berpotensi mendongkrak angka penjualan.
Strategi marketing yang satu ini menawarkan solusi pemasaran komprehensif yang mampu mendukung berbagai tujuan, mulai dari penguatan brand awareness hingga peningkatan konversi penjualan.
Social Commerce
Social commerce adalah kegiatan berbelanja lengkap mulai dari pencarian produk hingga pembayaran yang sepenuhnya dilakukan di platform media sosial.
Para pemilik merek memanfaatkan social commerce untuk menjual produk mereka secara langsung melalui halaman media sosial.
Tren ini diprediksi akan semakin populer pada tahun 2025. Banyak usaha kecil dan menengah (UMKM) diperkirakan akan mengadopsi metode ini untuk mempermudah proses belanja bagi calon konsumen Gen-Z.
Saat ini, Kamu mungkin sudah familiar dengan unggahan di media sosial dengan tombol “Beli Sekarang”. Ini adalah fitur belanja yang memungkinkan pengguna langsung membeli produk saat sedang menjelajahi Instagram atau Facebook.
Beberapa platform media sosial yang sudah dilengkapi fitur belanja terintegrasi antara lain adalah Instagram, Facebook, Pinterest dan juga TikTok
Lihat Juga: Simak 7 Prediksi Tren Social Media Marketing di 2025!
Nah, itu lah 7 prediksi tren social media marketing yang diprediksi akan mendominasi di tahun 2025.
Mulai dari konten interaktif berdurasi terbatas, personalisasi berbasis AI, penggunaan AR, sustainable marketing, video transisi pendek, retail media network, hingga social commerce.
Semua ini menunjukkan bahwa dunia pemasaran digital terus berevolusi dengan pesat.
Jika Kamu membutuhkan panduan lebih lanjut atau dukungan dalam mengembangkan strategi marketing yang sesuai dengan tren terkini, Fair hadir sebagai salah satu solusi yang tepat!
Sebagai konsultan digital marketing terpercaya, Fair menawarkan berbagai layanan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan bisnismu.
Mulai dari pengelolaan strategi pemasaran media sosial, pengoptimalan iklan digital, hingga analisis performa kampanye secara mendalam.
Dengan keahlian tim profesional Fair, Kamu akan didampingi dalam mengembangkan strategi pemasaran yang efektif, menciptakan konten yang menarik, dan membangun presence yang kuat di platform digital.
Jadi tunggu apalagi? Yuk, mulai optimalkan strategi pemasaran digital Kamu bersama Fair!