Apa itu B2B Marketing: Arti, Strategi, Hingga Penerapan Influencer Marketing

christine

November 26, 2025

B2B Marketing adalah

Apa Itu B2B Marketing

B2B marketing adalah proses marketing yang dilakukan oleh satu bisnis kepada bisnis lain. Targetnya bukan konsumen individu, tetapi perusahaan yang membutuhkan produk atau layanan untuk mendukung operasional mereka. Karena proses pengambilan keputusan cenderung lebih panjang, B2B marketing perlu di nurturing.

Perbedaan B2B vs B2C

Meskipun keduanya bertujuan menghasilkan penjualan, karakter B2B dan B2C sangat berbeda:

  • Audiens: B2C menargetkan konsumen, sementara B2B menargetkan organisasi dengan struktur keputusan yang kompleks.
  • Proses Pembelian: B2B membutuhkan riset, persetujuan internal, dan evaluasi multi-level. B2C cenderung lebih cepat dan spontan.
  • Volume & Transaksi: B2B biasanya low volume namun high value; B2C sebaliknya.

Strategi B2B Marketing

Model B2B membutuhkan pendekatan yang lebih panjang. Tidak cukup hanya awareness, yang utama adalah konsistensi edukasi, trust, dan hubungan jangka panjang.

Berikut fondasi yang perlu dilakukan sebelum menyusun marketing plan:

1. Pahami Kompetitor

Analisis kompetitor dalam B2B bukan hanya mengidentifikasi siapa pesaingmu, tapi memahami bagaimana mereka membangun value secara keseluruhan.

Gunakan prinsip SWOT dan pastikan kamu memetakan hal berikut:

  • Penawaran produk kompetitor & unique selling points
  • Taktik pemasaran yang mereka gunakan
  • Channel distribusi konten serta gaya komunikasi mereka
  • Persona yang mereka targetkan

2. Tentukan Channel & Taktik Pemasaran Berbasis Data

Setelah memahami landscape, pilih channel yang benar-benar digunakan oleh target buyer. Ingat bahwa buyer B2B mengonsumsi informasi dari berbagai channel. Kuncinya sesuaikan channel dengan journey pembeli, bukan sekadar mengikuti tren. Fokus ke channel yang memberi dampak terbesar.

Channel yang relevan antara lain:

  • Email & newsletter
  • SEO & LinkedIn
  • Webinar & podcast
  • Paid ads berbasis intent

2. Perkuat Branding

Branding dalam B2B bukan soal logo atau warna. Ini tentang nilai, kepercayaan, dan kredibilitas.

Brand B2B yang kuat biasanya memiliki:

  • Positioning yang jelas dan relevan
  • Identitas visual & komunikasi yang konsisten
  • Value proposition yang mudah dipahami
  • Thought leadership yang terlihat

Brand yang solid menjadi pondasi untuk memperkuat top-of-mind dan meningkatkan konversi dari seluruh aktivitas pemasaran.

3.Perkuat Content dan Social Media Marketing 

B2B bukan berarti tidak bisa bermain di social media. Bahkan, perusahaan besar memanfaatkannya untuk membangun awareness jangka panjang.

Konten adalah pilar edukasi B2B, mulai dari:

  • Artikel edukatif
  • Whitepaper
  • Case study
  • Webinar
  • Demo produk
  • Konten edukatif, short video, memes di Instagram dan Tiktok
  • UGC profesional di LinkedIn

Studi menarik dari brand Duolingo
Meskipun bukan B2B, strategi kontennya dapat menjadi inspirasi cara membangun personality dan engagement di media sosial

  • Ikut tren untuk masuk ke percakapan di media sosial.
  • Menjadikan maskot sebagai karakter central
  • Menciptakan ongoing story yang konsisten
  • Mengutamakan hiburan, edukasi sebagai konteks

4.Buat Website Profesional

Website adalah “etalase digital” yang menjadi titik utama calon client melakukan evaluasi. Banyak persona Website B2B harus jelas, informatif, mobile-friendly, serta memiliki CTA yang kuat. Sertakan landing page yang rapi, portfolio, testimonial, dan penjelasan produk yang mudah dipahami.

5. Influencer Marketing dalam B2B

Influencer B2B biasanya bukan selebriti, tapi profesional, praktisi industri, founder, atau subject-matter expert yang punya kredibilitas tinggi.

  • Mereka bisa mengedukasi dengan pengalaman nyata
  • Membantu membangun trust lebih cepat
  • Menarik awareness di komunitas spesifik
  • Menunjukkan cara kerja produk lewat demo, studi kasus, review

Sekitar 58% tim marketing B2B menggunakan pendekatan “always-on” dalam influencer marketing, Selain itu, menurut laporan, 85% marketer B2B sudah memasukkan influencer marketing dalam strategi mereka, dan 94% di antaranya menyatakan strategi ini berhasil

Baca juga: Inilah Manfaat AI untuk Kampanye Influencer Marketing


Pendekatan B2B modern tidak lagi hanya soal menjual produk, tetapi tentang membangun hubungan, memberikan edukasi, dan menunjukkan nilai nyata. Influencer marketing ketika dilakukan dengan kolaborasi autentik bersama para profesional dapat menjadi akselerator kuat untuk meningkatkan awareness, kredibilitas, dan konversi.

Ingin mulai menerapkan influencer marketing untuk bisnis B2B kamu?  Ayo kenalan dengan Fair, all in one marketing tools, solusi untuk menemukan hingga menganalisa campaign kolaborasi influencer yang relevan untuk brand B2B.

Let’s Get A Deep-Dive Insights About Fair