Banyak brand masih memandang social media campaign sebagai aktivitas “posting konten”. Padahal, campaign yang benar-benar bekerja selalu dimulai jauh sebelum konten tayang.
Dibutuhkan pemahaman mendalam tentang audiens, positioning brand, karakter produk, hingga pemahaman kompetitor agar tetap tetap selaras dengan tujuan bisnis.
Social media campaign bukan hasil instan. Ini adalah proses strategis yang panjang, berbasis riset, analisis data, dan pengambilan keputusan yang terukur dari awal hingga akhir.
Apa Sih Pengertian dari Social Media Campaign?
Menurut Social Sprout Social media campaign adalah upaya pemasaran di media sosial yang dilakukan secara terencana untuk mencapai tujuan bisnis tertentu dalam periode waktu tertentu.
Berbeda dengan upload konten harian yang sifatnya spontan, social media campaign memiliki konsep unik dengan objective, pesan, dan periode waktu yang jelas.
Campaign biasanya terdiri dari beberapa konten yang memiliki benang merah pesan, visual, dan call to action yang konsisten.
Jenis – Jenis Social Media Campaign
Sebelum mulai merencanakan campaign, tentukan dulu jenis campaign yang paling relevan dengan goals bisnismu. Meski setiap campaign punya pendekatan yang berbeda, pada dasarnya sebagian besar campaign bisa dikategorikan ke dalam beberapa jenis utama.
Product Launch Campaign
Campaign ini bertujuan membangun antisipasi terhadap peluncuran produk atau fitur baru, dimulai dari fase teaser, dilanjutkan push di hari peluncuran, dan diakhiri dengan promosi berkelanjutan untuk mendorong penjualan dan adopsi.
Brand Awareness Campaign
Campaign ini biasanya memiliki tujuan utama untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan membuat brand lebih mudah diingat.
Metrik yang digunakan untuk mengukur keberhasilan campaign ini adalah reach dan impressions
Contest and giveaway
Contest and giveaway biasanya memiliki tujuan untuk menaikan engagement campaign fokus pada interaksi audiens terhadap konten brand, seperti follow, like, comment, share, dan save.
Conversion Campaign
Conversion campaign dirancang untuk mendorong audiens melakukan tindakan spesifik, seperti membeli produk, mengisi form, atau mengunjungi website.
Konten dalam campaign ini biasanya lebih persuasif dan didukung dengan penawaran yang jelas, seperti promo, diskon, atau benefit tertentu.
User-Generated Content (UGC) Campaign
UGC campaign melibatkan community atau user untuk ikut berkontribusi membuat konten, misalnya melalui challenge, testimoni, atau review produk.
Jenis campaign ini efektif memiliki tujuan untuk membangun trust karena konten berasal langsung dari pengguna, bukan hanya dari brand.
Seasonal atau Moment-Based Campaign
Campaign ini dikaitkan dengan momen tertentu, seperti hari besar, event, atau periode promosi.
Dengan memanfaatkan momentum yang relevan, brand dapat meningkatkan specific goal seperti penjualan ditambah menciptakan sense of urgency.
Tujuan Social Media Campaign
Namun apa sih sebetulnya esensi dari social media campaign, apakah benar social media menjadi pilihan yang tepat untuk menjalankan sebuah campaign? Yuk kulik dibawah ini
- Meningkatkan Brand Awareness
Banyak brand terkadang menilai efektivitas channel berdasarkan jumlah penjualan namun sebelum penjualan banyak yang sering lupa bahwa. Disamping itu brand juga dapat mendapatkan kepercayaan dan kredibilitas
- Mendorong Interaksi yang Relevan
Konten berbasis campaign biasanya memiliki engagement rate lebih tinggi dibanding konten non-tematik karena messagingnya lebih terarah untuk berinteraksi.
- Mengarahkan ke Goals Bisnis
Banyak yang berpikir social media hanya soal awareness atau reach. Padahal social media juga efektif untuk mendorong traffic, lead, hingga konversi jika dirancang dengan objective yang jelas. - Mengoptimalkan Paid Performance
Campaign organik membantu meningkatkan brand awareness sehingga memudahkan optimasi iklan dan pengukuran performa berbasis data, bukan sekadar posting rutin.
Baca juga: 7 Alasan Penting Menggunakan Social Media Marketing Tools untuk Brandmu!
Bagaimana Cara Menjalankan Social Media Campaign
Berikut lima hal paling mendasar yang perlu diperhatikan sebelum menjalankan social media campaign.
1. Tentukan Tujuan Campaign Sejak Awal
Setiap campaign harus memiliki tujuan yang jelas. Tanpa tujuan yang spesifik, campaign akan berjalan tanpa arah dan sulit dievaluasi.
Apakah campaign ditujukan untuk meningkatkan awareness, membangun engagement, atau mendorong konversi? Jawaban ini akan mempengaruhi strategi konten, pesan yang disampaikan, hingga metrik yang digunakan untuk mengukur keberhasilan.
2. Pahami Audiens
Campaign yang efektif selalu berangkat dari pemahaman audiens yang mendalam, bukan asumsi internal.
Dengan memahami apa yang dibicarakan audiens, kebutuhan mereka, serta sentimen terhadap brand dan kompetitor, brand dapat menyusun pesan campaign yang lebih relevan dan terasa personal.
3. Ketahui Posisi Brand di Tengah Kompetisi
Media sosial adalah ruang yang kompetitif. Tanpa positioning yang jelas, pesan brand mudah tenggelam di antara konten lain.
Dengan menganalisis kompetitor, brand dapat melihat celah yang belum dimanfaatkan dan menentukan bagaimana campaign bisa tampil lebih menonjol dan berbeda.
Salah satu caranya dengan menggunakan fitur Campaign monitoring dari Fair kamu bisa melihat creator apa saja yang dijalankan competitor hingga ER dan hastag paling relevan. Kamu juga bisa mendapatkan inspirasi konten dari yang dijalankan oleh kompetitor tersebut loh!

4. Bangun Pesan Campaign
Campaign yang kuat bukan soal satu konten viral, melainkan konsistensi pesan di berbagai touchpoint.
Pesan campaign perlu selaras dengan value brand, relevan dengan audiens, dan dapat dikembangkan ke berbagai format konten
Untuk menemukan ide social media campaign yang relevan, libatkan tim internal lintas fungsi
Kolaborasi dengan tim seperti produk, sales, dan customer support membantu memperkaya perspektif tentang kebutuhan pelanggan dan kondisi kompetitif.
5. Bangun Tim Creative dan Content
Kolaborasi dengan influencer dan kreator
Influencer memahami audiens mereka dengan baik dan mampu menghasilkan konten yang terasa autentik faktor penting untuk membangun kepercayaan di media sosial.
Sesuaikan dengan customer journey
Buat konten sesuai tahap audiens dalam proses pembelian. Di tahap awareness, fokus pada konten yang menarik perhatian seperti edutainment, infografik, atau video singkat.
Manfaatkan user-generated content
UGC membantu membangun kredibilitas brand sekaligus menghemat waktu dan resource produksi, karena konten datang langsung dari pengguna.
Pilih format yang disukai audiens
Short-form video masih jadi format dengan engagement tertinggi. Gunakan data performa konten sebelumnya untuk menentukan format yang paling efektif.
6. Ukur dan Evaluasi dengan Metrik yang Tepat
Keberhasilan campaign tidak bisa dinilai dari engagement semata.
Penting untuk menentukan metrik yang sesuai dengan tujuan campaign sejak awal, lalu melakukan evaluasi secara berkala. Dengan begitu, campaign dapat dioptimasi berdasarkan data, bukan sekadar intuisi.
Baca juga 6 Strategi Sosial Media 2026: Cara Brand Tetap Relevan di Era yang Cepat
Social media campaign membantu brand menyampaikan pesan secara lebih terarah , konsisten, dan terukur di media sosial.
dengan strategi campaign yang tepat, brand tidak hanya mampu meningkatkan awareness dan engagement, tetapi juga mendorong konversi secara lebih efektif.
Namun, untuk menyusun campaign yang kompetitif, brand perlu melakukan deep research agar resonate dengan audice.
Fair bisa banget bantu brand pasar dan aktivitas kompetitor. Gunakan fitur Monitoring Fair untuk melihat campaign yang sedang dijalankan oleh competitor, khususnya campaign influencer.
Disini kamu bisa melihat creator yang digunakan kompetitor, hastag, sampai format konten dan messaging yang digunakan hingga engagement yang didapatkan. Ini bisa banget jadi inspirasi brand kamu
Selain itu ada juga fitur discovery Fair untuk menemukan lebih dari 150 juta + influencer dalam hitungan menit. Tersedia lebih dari 20+ niche influencer yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan brand kamu