5 Jenis –  Jenis Influencer Berdasarkan Followers Biar Brand Ga Salah Pilih

christine

Februari 19, 2026

Types of Influencers

Kalau ngomongin influencer marketing, satu hal yang masih sering bikin marketer bingung adalah jenis jenis  atau kategori  influencer

Banyak yang masih menganggap semua influencer itu diukur berdasarkan followers tanpa tau tingkatannya,Padahal kenyataannya, setiap tingkatan  influencer punya perbedaan dan objectivenya masing masing

Nah, disinilah pentingnya marketer benar-benar paham kategori  influencer yang digunakan. Bukan cuma soal jumlah followers, tapi juga relevansi, engagement, dan objective campaign. Yuk, kita kulik satu per satu.

Apa Pengertian Influencer?

Secara sederhana, influencer adalah individu yang memiliki pengaruh besar untuk audiensnya, baik dalam bentuk opini, perilaku, maupun keputusan pembelian. Pengaruh ini bisa datang dari keahlian, pengalaman, kredibilitas, atau kedekatan personal dengan followers.

Dalam influencer marketing, influencer biasanya dikategorikan berdasarkan jumlah followers, karena angka ini sering berkaitan dengan jangkauan (reach), engagement rate, serta peran mereka di dalam funnel pemasaran.

Jenis Influencer Berdasarkan Jumlah Followers

1. Nano Influencer (1.000 – 10.000 followers)

Nano influencer sering dianggap “kecil”, tapi justru di sinilah kekuatannya. Mereka biasanya fokus pada niche yang sangat spesifik misalnya buku, skincare, parenting, keuangan, atau kuliner lokal.

Karena jumlah followers masih terbatas, hubungan mereka dengan audiens terasa lebih personal. Interaksi di kolom komentar pun cenderung aktif dan natural. 

Beberapa studi (termasuk laporan Hype Auditor) menunjukkan bahwa engagement rate nano influencer bisa mencapai 5%, lebih tinggi dibanding tingkatan  influencer lainya

Ciri utama nano influencer:

  • Engagement tinggi
  • Komentar lebih hidup dan relevan
  • Konten terasa personal, bukan scripted

Paling efektif untuk:

  • Edukasi produk baru
  • Soft selling
  • Campaign berbasis komunitas

2. Micro Influencer (10.000 – 100.000 followers)

Micro influencer seperti “sweet spot” dalam influencer marketing. Mereka biasanya punya audiens yang cukup besar, tapi masih dekat dan dapat trust tinggi dari followersnya.

Biasanya micro influencer konsisten di satu niche tertentu dan paham cara menyampaikan pesan brand dan tanpa terasa seperti iklan.

 Di level ini, audiens mulai percaya bahwa influencer punya pengalaman nyata, bukan sekadar mencoba produk sekali lalu lanjut ke brand lain.

 Dibanding nano influencer, jangkauannya lebih luas, tapi engagement-nya masih relatif tinggi.

Paling efektif untuk:

  • Review produk
  • Testimoni
  • Campaign yang mengejar engagement + konversi

3. Mid-Tier Influencer (100.000 – 500.000 followers)

Mid-tier influencer mulai bermain di skala yang lebih besar. Audiens mereka lebih beragam, dan interaksi tidak sedekat nano atau micro influencer. Namun, reach yang dihasilkan jauh lebih signifikan. Mereka ini yang seringkali disebut sebagai selebgram/selebtok.

Ini tipe influencer yang cocok kalau brand kamu jika  ingin dikenal lebih luas, tapi lebih murah secara harga. Ditambah mereka biasanya juga punya views tinggi walaupun ER rendah

Paling efektif untuk:

  • Product launch
  • Campaign nasional
  • Kombinasi awareness dan consideration

4. Macro Influencer (500.000 – 1.000.000 followers)

Macro influencer atau sering disebut selebgram punya daya jangkau yang besar. Mereka biasanya sudah dikenal dan memiliki positioning atau storytelling yang kuat di niche tertentu seperti beauty, lifestyle, atau education, dsb,.

Ketika mereka membicarakan brand, efeknya bukan lagi soal detail produk, tapi persepsi brand.

Namun, karena audiensnya sangat besar, engagement rate cenderung lebih rendah dibanding nano atau micro influencer.

Paling efektif untuk:

  • Brand awareness besar-besaran
  • Image building
  • Kampanye skala nasional

5. Mega Influencer (1.000.000+ followers)

Mega influencer berada di level tertinggi dan biasanya masuk kategori selebritas. Nama mereka sudah dikenal publik luas, bahkan lintas platform dan demografi.

Bekerja sama dengan mega influencer memang mahal, tapi dampaknya besar untuk positioning brand. Kolaborasi dengan mega influencer cocok kalau tujuan utamanya adalah membuat brand kamu appear everywhere dalam waktu singkat.

Paling efektif untuk:

  • Top-of-mind awareness
  • Campaign besar
  • Brand positioning

Baca juga: Ini Dia Perbedaan KOC dan KOL untuk Strategi Influencer Marketing yang Efektif!

Tools Discovery Influencer 

Sekarang kamu nggak perlu lagi repot melakukan seleksi tier-tier KOL secara manual. Dengan Fair Tools, semua proses jadi lebih cepat dan efisien. Kamu bisa menemukan lebih dari 150 juta+ influencer yang tersebar di 20+ niche berbeda, mulai dari micro hingga mega influencer.

Semua tier influencer yang sebelumnya kamu butuhkan sudah bisa dicari, di filter, dan dibandingkan dengan mudah, sehingga kamu bisa fokus memilih influencer yang paling relevan dan berkinerja tinggi untuk campaign kamu. Gak ada lagi ribet buka spreadsheet, catat manual, atau buang waktu berhari-hari. Semua data dan insight ada di satu platform yang terintegrasi.

Hasilnya? Campaign influencer kamu bisa lebih tepat sasaran, hemat waktu, dan punya potensi performa yang lebih maksimal.

Influencer Bukan Soal Besar Kecil, Tapi Seberapa Align Dengan Goals

Sebetulnya, nggak ada influencer yang “paling bagus”. 

Semua kembali lagi ke tujuan campaign dan posisi funnel yang pengen kamu capai. Nano dan micro influencer biasanya jago bangun trust dan engagement, sementara macro dan mega influencer lebih kuat di reach dan exposure.

Nah, disinilah Fair bisa jadi sahabat kamu buat optimalkan influencer campaign. Kamu bisa mulai dari Discovery, gampang banget buat listing influencer yang pas sama kebutuhan campaign dan di filter berdasarkan topic, followers, platform, sampai niche . 

Terus, pakai Analyser buat lihat performa lebih dalam dan prediksi hasil kolaborasi sebelum campaign jalan. 

Saat campaign berlangsung, Campaign On-going bikin kamu bisa pantau performa KOL secara real-time, dan Reporting bikin analisa campaign jadi lebih gampang dan jelas. 

Nggak cuma itu, My Creator juga ngebantu kamu nemuin influencer yang performanya paling oke, biar bisa diajak kolaborasi lagi di campaign berikutnya.

Dengan semua fitur ini, Fair bikin kamu lebih gampang pilih influencer yang tepat dan merancang strategi campaign yang pas banget buat bisnismu. Hasilnya? Kolaborasi influencer yang ngasih dampak nyata, dari brand awareness, engagement, sampai peningkatan penjualan.

Jadi, tunggu apa lagi? Saatnya mulai rancang strategi influencer marketing kamu sekarang, dan bawa bisnismu ke level berikutnya!

Let’s Get A Deep-Dive Insights About Fair

You might be interested in