Berbagai brand telah membuktikan bahwa marketing campaign yang tepat bukan cuma soal viral sesaat.
Jika dieksekusi dengan strategi yang pas, campaign bisa berdampak langsung dengan meningkatnya awareness, engagement, bahkan berdampak langsung ke bisnis seperti meningkatnya penjualan
Di tengah kompetisi strategi komunikasi, banyak brand berlomba untuk membuat konten yang makin banyak, brand dituntut untuk lebih kreatif, relevan, dan paham perilaku audiens.
Menariknya, campaign yang berhasil biasanya justru yang tidak kelihatan “niat jualan”.
Justru banyak yang fokus ke storytelling, humor, personalisasi, atau kedekatan emosional. Berikut beberapa contoh campaign khususnya di social media dari brand global hingga lokal yang bisa jadi inspirasi.
Marketing Campaign di Social Media yang Melekat di Ingatan Audiens
Tidak semua campaign sekedar lewat di timeline beberapa benar-benar membekas di ingatan. Yuk, kulik campaign khususnya di social media yang berhasil mencuri perhatian audiens.
1.Duolingo: Absurd Tapi Konsisten
Duolingo menjalankan campaign social media dengan tujuan utama meningkatkan brand awareness melalui entertainment-first content.
Strategi ini terbukti efektif karena data dari Social Insider menunjukkan akun TikTok Duolingo memiliki engagement rate jauh di atas rata-rata brand.
Dengan konsistensi posting harian dan tingkat engagement mencapai 3,9%. Performa Duolingo ini bahkan sering dijadikan acuan (benchmark) bagi brand B2C di TikTok.
Alih-alih berjualan secara langsung, Duolingo memanfaatkan meme culture untuk membangun relevansi.
Seperti saat burung Duolingo menggemparkan Tiktok karena meninggal Namun, semua ini merupakan bagian dari campaign. Duolingo kemudian meluncurkan misi global dengan target 50 miliar XP, di mana pengguna di seluruh dunia harus menyelesaikan pelajaran untuk menghidupkan kembali Duo.
Pertumbuhan brand Duolingo sendiri secara organik mereka di TikTok sangat masif dan jadi Go To Market strategy yang winningdibandingkan para kompetitor
2.Spotify Wrapped: Kekuatan Personalisasi & UGC
Spotify Wrapped dirancang untuk mendorong engagement dan user-generated content berbasis data personal.
Campaign ini membuat pengguna secara sukarela membagikan konten brand ke media sosial mereka.
Spotify menyebut Wrapped sebagai salah satu campaign dengan tingkat share tertinggi setiap tahunnya, menjadikannya mesin organic reach yang sangat kuat.
Nah campaign Spotify Wrapped juga bukti bahwa suatu campaign dapat meningkatkan brand advocacy dan emotional attachment pengguna terhadap brand.
3.Laundry Majapahit (Rinso): Storytelling yang Membumi
Ditengah maraknya konten marketing yang modern, laundry majapahit jadi bukti bahwa papan gilas, ember warna-warni, dan lantai basah bisa menjadi bagian dari branding experience yang kuat dan pembeda dibandingkan kompetitornya.
Fenomena Laundry Majapahit memperlihatkan bagaimana tradisi lokal dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi kreatif. Dalam dunia bisnis modern, konsumen kini tak hanya membeli produk atau jasa, tapi juga pengalaman dan cerita yang menyertainya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa storytelling yang sederhana bisa membangun narasi segar dan diferensiasi. Campaign seperti ini cocok dijadikan contoh budaya lokal bisa dijadikan ide segar campaign social media.
Baca juga: Social Media Campaign: Pengertian. Jenis, Tujuan, Hingga Strategi yang Efektif
4.Shopee 11.11: Momentum Musiman yang Dimaksimalkan
Shopee 11.11 bukan cuma soal diskon besar. Campaign ini selalu didukung dengan konten di media sosial, mulai dari teaser, live streaming, kolaborasi influencer, sampai challenge yang mendorong interaksi.
Secara strategi, ini contoh sukses seasonal campaign yang menggabungkan paid, owned, dan earned media. Cocok untuk internal linking ke topik strategi campaign e-commerce, promo musiman, atau integrated marketing campaign.
Penjualan produk dari brand lokal dan UMKM meningkat lebih dari 7,5× lipat di Shopee Live pada puncak kampanye 11.11 dibandingkan hari biasa, yang membuktikan antusiasme pembeli dan efektivitas strategi live-commerce dalam mendorong transaksi.
5.Grab Kumis: Lokal, Unik, dan Relatable
GoFood Kumis jadi contoh bagaimana brand lokal bisa mencuri perhatian lewat konsep yang sederhana tapi unik. Nama campaign yang nyeleneh, dikombinasikan dengan konten yang dekat dengan keseharian, membuat audiens tertarik untuk ikut berinteraksi.
Kampanye Grab Kumis merujuk pada kampanye “Grab Awet Murahnya” yang terinspirasi dari kumis Mas Adam yang dikenal awet selama beberapa hari. Konsep ini digunakan sebagai metafora harga Grab yang konsisten dan selalu hemat.
Melalui kampanye ini, Grab menawarkan GrabBike Hemat mulai Rp7.000 dan GrabFood Pengantaran Hemat mulai Rp3.000 tanpa kode promo. Jika harga tidak sesuai dengan janji campaign, pengguna akan mendapatkan bonus voucher.
Untuk memperkuat engagement, Grab juga menghadirkan kontes interaktif di media sosial, seperti mengajak pengguna mengambil screenshot Mas Adam berkumis untuk memenangkan hadiah.
Pendekatan ini membuat kampanye terasa relatable, lokal, dan mudah diingat, sehingga relevan untuk dibahas dalam konteks local marketing strategy dan konten brand yang dekat dengan keseharian audiens.
5.Barbie: Nostalgia yang Dikemas Modern
Kesuksesan film Barbie tidak hanya datang dari anggaran pemasaran besar, tetapi dari strategi influencer marketing yang terintegrasi dan konsisten yang memicu rasa penasaran audiens jauh sebelum peluncuran resmi dengan teaser provokatif dan kolaborasi kreator di media sosial.
Mereka juga mendorong User-Generated Content (UGC) secara masif lewat aktivasi interaktif yang mudah diikuti, sehingga audiens ikut menjadi bagian dari kampanye dan menciptakan FOMO.
Di sisi lain, promosi bersama dengan lebih dari 100 brand memperluas jangkauan audiens lintas industri, sementara elemen nostalgia yang kuat terutama bagi milenial dan Gen Z memperkuat keterikatan emosional dan mendorong minat beli.
Dari kampanye ini, brand dapat belajar bahwa membangun antisipasi, melibatkan komunitas, berkolaborasi secara strategis, dan memainkan emosi audiens adalah kunci influencer marketing yang berdampak, bahkan tanpa anggaran sebesar Barbie.
Baca juga: 7 Alasan Penting Menggunakan Social Media Marketing Tools untuk Brand!
Dari berbagai contoh di atas, bisa ditarik benang merah bahwa campaign yang sukses biasanya relevan dengan audiens, punya timing yang tepat, dan ide yang unik dan tidak hard selling.
Nah untuk menjangkau dan mendapatkan engagement dan awareness yang lebih bisa dilakukan melalui strategi influencer marketing ikut meramaikan campaign
Dengan strategi campaign yang tepat, brand tidak hanya mampu meningkatkan awareness dan engagement, tetapi juga mendorong konversi secara lebih efektif.
Namun, untuk menyusun campaign yang kompetitif, brand bisa mencari lebih dari 150 juta + influencer melalui fitur discovery Fair. Tersedia lebih dari 20+ niche influencer yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan brand kamu
Fair bisa banget bantu brand pasar dan aktivitas kompetitor. Gunakan fitur campaign monitoring dari Fair untuk melihat campaign yang sedang dijalankan oleh competitor, khususnya campaign influencer.
Disini kamu bisa melihat tier creator yang digunakan kompetitor, hastag, sampai format konten dan messaging yang digunakan hingga engagement yang didapatkan. Ini bisa banget jadi inspirasi brand kamu